Entri Populer

Selasa, 20 September 2011

contoh karya tulis ilmiah

Oleh:
1. Eka Mahargiana (05)
2. Galuh Widyaningsih (06)
3. Nur Laylia (11)
4. Zakia Cleopatra (16)





SMP Negeri 4 Klaten







DAFTAR ISI




Pendahuluan


I. Seperti apakah gempa bumi itu?

II. Apakah sebenarnya gempa bumi itu?

III. Bagaimanakah para ahli seismologi mempelajari gempa bumi?

IV. Dimanakah terdapat aktivitas gempa?

V. Apakah yang dapat kita usahakan untuk menanggulangi gempa
bumi?

VI. Bagaimanakah struktur bumi ditinjau dari perjalanan gelombang
gempa?

VII. Kosa Kata

VIII. Kepustakaan





















KATA PENGANTAR


Dalam rangka pembangunan semesta di Tanah Air dewasa ini, salah satu aspek penting di bidang Pendidikan yang perlu sekali ditangani secara intensif maupun ekstensif adalah usaha untuk meningkatkan kegemaran membaca dan menambah pengetahuan masyarakat Indonesia secara umumnya, khususnya para pemuda dan pelajar. Untuk keperluan itu maka perbendaharaan pustaka di perpustakaan umum maupun di perpustakaan Sekolah harus dilengkapi dengan buku-buku yang bermabfaat.

Pemerintah, dalam hal ini a.l. Departemen Pendidikan dan kebudayaan dan Departemen dalam Negri, sejak beberapa tahun telah memulai usaha kongkrit menyantuni masyarakat dengan buku-pustaka secara bertahap melalui Proyek Pelita di bidang perbukuan. Usaha pemerintah maupun usaha pihak manapun untuk menyantuni masyarakat dengan penyediaan buku-buku yang bermanfaat perlu mendapat dukungan sepenuhnya, demi peningkatan kesejahteraan umum di bidang spiritual.

Dalam rangka menunjang usaha tersebut diatas itulah maka kami dari usaha penerbitan DUTA BINA PUSTAKA merencanakan untuk menerbitkan suat seri buku bacaan ilmiah popular untuk umum, termasuk pemuda dan pelajarnya, yang semoga dapat memberikan sumbangan terhadap usaha itu. Buku pertama yang kami terbitkan berjudul “GEMPA BUMI”, yang disusun oleh Sdr Soetadi yang cukup berpengalaman di bidang tersebut.

Buku ini akan segera disusul oleh buku-buku lain yang setaraf dalam berbagai bidang ilmu dan ketrampilan.

Saran perbaikan maupun kritik terhadap buku terbitan pertama ini sanat kami nantikan. Untuk itu sebelumnya kami ucapkan tyerima kasih.




Kelompok










Pendahuluan



Bertahun-tahun yang lalu, semasa penulis buku ini masih kanak-kanak, pada suatu ketika merasakan goncangan-goncangan tanah yang cukup gentar. Penulis masih ingat betul betapa takutnya orang-orang ketika itu, yang sambil berteriak-teriak berlarian keluar rumah. Lampu-lampu yang di gantungkan serentak mengadakan gerak ayunan, sedangkan pintu-pintu dan jendela berbunyi pada engselnya., seakan-akan ada tenaga gaib yang menggerak-nggerakkannya dari kosennya. Tetapi untunglah, kejadian-kejadian tadi tidak sampai menimbulkan kerusakan apa-apa. Sebagai seorang anak kecil, penulis ketika itu ingin mengetahui gerangan apa yang menyebabkan kejadian-kejadian tadi. Akhirnya ia menanyakan kepada kakeknya. Kakek memberi jawaban yang sederhana. “Bumi Kita ini”, ujar beliau, “sesungguhnya sedang ditopang oleh sector ular naga raksasa. Apabila ular tadi bergerak,maka bumi dengan sendirinya ikut bergerak. Itulah yang telah kita alami tadi, bumi telah bergoncang-goncang. Dan goncangan itulah yang kita sebut Gempa bumi”. Tentu saja uraian kakek tadi bukanlah uraian yang ilmiah, bahkan secara ilmiah tidak masuk akal sama sekali.

Gempa besar yang menimbulkan bencana umumnya diberitakan dalam surat kabar. Berita seperti itu menarik perhatian masyarakat. Umumnya orang jika membaca berita seperti itu selalu mengaitkan dengan letusan gunung api. Padahal kenyataannya adalah tidak demikian.

Apakah sebenarnya gempa bumi itu? Marilah kita kunjungi Pusat Meteorlogi dam Geofisika di Jakarta, untuk menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan gempa bumi.














I. Seperti apakah gempa bumi itu?


Bagian yang sehari-hari berkecimbung dalam penelitian gempa bumi ini disebut Sub Bidang Seismologi Teleseismik.
Dalam usaha meneliti gempa bumi, Pusat Meteorology dan Geofisika mempunyai jaringan stasiun yang diperlengkapi dengan alat pencatat gempa (stasiun seismic) sebanyak 19 buah di seluruh Indonesia.
Dalam kenyataannya gempa bumi adalah suatu gangguan dalam bumi jauh di bawah permukaan, yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda di permukaan. Beberapa gempa bumi yang besar yang pernah terjadi di Indonesia maupun di luar negri:
a. Gempa Padang Pajang, 28 Juni 1926
Terjadi pada jam 10.30 WIB yang bersumber pada 0,7 Lintang Selatan, 100,6 Bujur Timur. Gempa susulan terjadi pada jam 13.15 WIB, bersumber pada 0,4 Lintang Selatan, 100,3 bujur Timur. Gempa ini menimbulkan kerusakan di daerah antara payakumbuh, bukit tinggi, padang dan solok. D.Singkarak mengalami gelombang besar yang menimbulkan kerusakan di daerah tepi selatan danau itu. Dan banyak terjadi tanah longsor antaranya di lembah Ngarai.]tanah retak dan rel kereta api bengkok menunjukkan kuatnya goncangan tanah. 393 rumah mengalami kerusakan berat. Rumah dari kayu dan bambu ternyata lebih tahan gempa daripada rumah dari batu.
b. Gunung Krakatau, 1883
tahun 1883, G.krakatau terdapat 2 pulau kecil, p.rakata kecil dan p.sertung. gunung api mulai kegiatannya pada tanggal 20 mei 1883 dan pada tanggal 26,27 dan 28 agustus mencapai kegiatan yang tertingggi dan meletus. Pada tanggal 26 dan 27 agustus suara letusan terdengar jauh dari sumbernya. Gelombanglaut tinggi tadi minta korban korban 36417 orang meninggal. Abu halus dapat mencapai ketinggian sampai 50 km dan setelah 13,5 hari dibawa angina kearah barat dengan kecepatan 211 km/jam. Baru pada permulaan tahun 1886 udara tampak normal kembali. Akibat letusan dan tanah turun, timbul sebuah kaldera, yaitu sebuah kawah dengan jari-jari sepanjang 7 km dan kedalaman 250 m.
c. Gempa Mapaga (sulteng), 1968
Gempa ini meminta korban 200 orang meninggal atau hilang. Sebagian besar dari korban tadi diakibatkan oleh gelombang laut tinggi. 790 rumah mengalami kerusakan. Diantaranya banyak yang runtuh.
d. Gempa Bali, 1917
Pulau bali mengalami banyak gempa. Gempa bali pada tahun 1917 menimbulkan banyak korban, 15000 orang meninggal, yang kebanyakan diakibatkan oleh tanah longsor. Banyak rumah mengalami kerusakan, diantaranya ada yang runtuh.



e. Gempa San Fransisco, 1906
Akibat gempa ini sebagian besar kota san fransisco mengalami kebakaran. Gempa ini menelan korban 700 orang meninggal dan korban harta benda sebesar $400 juta.
f. Gempa Agadir (maroko), 1960
Lebih dari 10000 orang meninggal. Walaupun goncangan tidak terlalu kuat, tetapi karena gempa itu adalah dangkal sekali dan konstruksi bangunan yang kurang baik, maka jatuh banyak korban.



II. Apakah sebenarnya gempa bumi itu ?

Gempa bumi menurut cara terjadinya dan letak sumbernya dapat dibagi dalam beberapa macam gempa.
a. gempa vulkanik
gempa vulkanik terjadi sebagai akibat tekanan gas dan batuan yang telah menjadi cair dan panas ( magma) yang berusaha keluar dari perut bumi atau akibat letusan gunung api.
b. gempa runtuhan
gempa runtuhan terjadi karena batuan kapur di daerah pertambangan atau di daerah batuan kapur , namun getaran- getarannya hanya dirasakan di tempat itu saja.
c. gempa tektonik.
Gempa tektonik terjadi sebagai akibat patahan lapisan batuan . gempa bumi ini menghasilkan tenaga yang selanjutnya akan dilepaskan sebagian atau seluruhnya dalam bentuk getaran keseluruh permukaan bumi.
Gempa bumi dapat pula di golongkan menurut dalamnya focus gempa dari permukaan bumi.
a.gempa bumi dalam.
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposenternya berada lebih
dari 300 km di bawah permukaan bumi.
b.gempa bumi menengah.
Gempa bumi menengah adalah gempa yang sumbernya berada antara 60
km dan 300km di bawah permukaan bumi.
c.gempa bumi dangkal.
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang sumbernya berada
kurang dari 60 km dari permukaan bumi.


Kekuatan gempa bumi.
Di tinjau dari sudut peralatan dan dari bencananya sendiri akibat gempa bumi
itu.
a.magnitude.
adalah besarnya tenaga yang di lepaskan oleh hiposenter pada waktu
terjadinya gempa .
b.intensitas gempa.
Adalah tingkat kerusakan yang di sebabkan oleh gempa bumi yang di derita
oleh suatu tempat.
Garis isoseisma.
Adalah garis yang menghubungkan tempat- tempat dengan intensitas yang
sama. Peta isoseisma menunjukkan daerah- daerah mana yang mengalami
kerusakan yang besar dan yang mana yang ringan .
Apa yang harus anda lakukan , jika terjadi gempa bumi ?
Petunjuk selama dan setelah gempa terjadi.
a.selama gempa terjadi.
1. usahakan tetap tenang dan segera keluar rumah, menjauhi bangunan,
kabel listrik, tebing- tebing hingga gempa berhenti.
2. usahakan berlindung dibawah benda-benda kuat seperti meja, dipan
dan sebagainya, serta menjauhi barang- barang dati kaca.
3. putuskan aliran listrik dan gas, matikan lilin , lampu temple dan
kompor untuk menghindarkan terjadinya kebakaran.
b. setelah gempa selesai.
1.periksalah kerusakan bangunan baik dari luar maupun dari luar.
2.periksalah pipa air, kabel-kabel, gas , dan listrik.jika ternyata putus atau
bocor, hendaklah keran induk dimatikan dan hendaklah melapor kepada
yang berwajib.
3.jangan menempati rumah yang rusak akibat gempa, sebelum di adakan
pembetulan.

III. Bagaimana para ahli seismogologi mempelajara gempa bumi?


Seismogram
Seismogram merupakan kertas halus yang tercatat oleh pena dengan tinta; ada pula seismogram yang merupakan kertas halus dengan diberi hangus tipis dan tercatat oleh pena; ada lagi seismogram yang merupakan kertas potret yang terkena sinar dan perlu dicuci lebih dahulu. Lengkung-lengkung kecil tadi disebut microseisma.


Menentukan episenter gempa
Jika terjadi gempa, maka timbul dua macam gelombang utama yang merambat melalu badan bumi dan inti bumui. Yang pertama, gerak grlombangnya berimpit dengan arah gelombang.Gelombang ini disebut gelombang longitudinal. Gelombang lainnya merambat tegalkurus pada arah perjalanan gelombang. Gelombang ini disebut gelombang transversal. Berbeda dengan gelombang longitudinal, gelllllllombang transversal tidak dabat merambat dalam cairan.

Perajalanan gelombamg gempa bumi P,S,danL.
Dua macam gelombang yang merambat melalui badan bumi adalah gelombang longitudinal dan transversal. Gelombang pertama disebut P dari dari perkataan Primus, mencapai suatu stasiun lebih dulu. Gelombang kedua disebut S dari perkataan Sekondus, mencapai stasiun tadi belakangan, karena kecepatan P adalah hamper dua kali kecepatan S. Yang tiba terakhir adalah gelombang permukaan yang disebut L dan berasal dari perkataan Long wave. Jika gempa itu dangkal, pada umumnya gelombang L tampak nyata.

IV. Dimanakah terdapat aktivitas gempa bumi?

System tumbukan dan regangan.
Sistem tumbukan ini terdapat sekitar Samudera Pasifik.Ini dibuktikan dengan timbulnya gempa-gempa yang besar sekitar Samudera Pasifik dan disebut Sabuk Pasifik.
Gempa-gempa di Chili(1960,1971), Peru/ekuador(1970), Guatemala(1976), San Fernando(1971), San Fransisco(1906), Alaska(1964), Aleut(1946), Tokyo(1923), Tansyan(1976), Taiwan(1963), Filipina(1976), Irian jaya(1971),selandia baru(1942).

Gempa bumi di INDONESIA
Sebagian besar dari gempa bumi di Indnesia bersumber di Laut dan disebut gempa bumi laut. Gempa bumi laut dapat,tetapi tidak selalu, menimbulkan tsunami yang dapat melanda daratan pantai.

V. Apakah yang dapat kita usahakan untuk menanggulangi gempa bumi?

1. Tahap-tahap penanggulangan dapat disusun sebagai berikut:
a. Tahap pencegahan
Tahap pencegahan ialah semua usaha yang ditujukan untuk mengetahui
kegempaan suatu daerah atau tempat dan memanfaatkannya untuk
kepentingan masyarakat.
b. Tahap pembimbingan
tahap pembimbingan adalah usaha yang ditujukan untuk memberi
pertolongan atau petunjuk pada saat terjadi bencana alam.
c. Tahap pemulihan
Tahap ini merupakan bahan penting dalam usaha pencegahan terhadap
bencana yang mungkin akan timbul kembali pada waktu yang akan datang.
2. Ramalan
Para ahli seismologi, yaitu para ahli yang sehari-harinya berkecimbung dalam
bidang gempa bumi, berusaha dapat meramalkan gempa bumi.
3. Perencanaan bangunan tahan gempa
Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan di Bandung memberi petunjuk dan
mengeluarkan peraturan-peraturan dalam rangka merencanakan bangunan
tahan gempa.
4. Badan Asuransi
Badan asuransi perlu memperhitungkan kegiatan gempa di daerah-daerah.


Hubungan dengan luar negeri dalam bidang gempa bumi
Beberapa pusat seismologi di luar negeri adlah sebagai berikut:
a. National Seismological Information Service di Denver, Colorado (Amerika
Serikat).
b. International Seismological Centre di Edinburg (Inggris).
c. Bureau Central International de Seismologie di Strassbourg (Perancis).
d. Seismological Society of S.W. Passific di Wellington (Selandia Baru).

VI. Bagaimanakah struktur bumi ditinjau dari perjalanan gelombang gempa?

Kulit bumi
Tebal kulit bumi rata-rata 36 km. Di bawah gunung tebalnya dapat mencapai 60
km. Di darat dalam kulit bumi terdapat 3 lapisan: yaitu lapisan batuan endapan
atau sediment, lapisan batuan dalam yang asam atau granit dan merupakan
lapisan atas dan akhirnya lapisan batuan leleran yang basa atau basal dan
merupakan lapisan menengah. Di lautan terdapat hanya satu lapisan basal
dengan sedikit sediment.
Mantel
Ditinjau dari sudut perjalanan gelombang gempa, mantel dibagi dalam 4
lapisan.
a. Lapisan hingga 200 km di bawah permukaan. Dalam lapisan ini timbul
banyak gempa menengah.
b. Lapisan antara 2000-950 km di bawah permukaan laut. Dalam lapisan ini
timbul banyak gempa menengah dan gempa dalam.
c. Lapisan antara 950-2800 km di bawah permukaan.
d. Lapisan antar 2800-2900 km di bawah permukaan.
Inti Bumi
a. Inti Bumi Luar
Permukaan inti bumi luar adalah kurang lebih 3470 km dari titik tengah bumi
dan kecepatan P adalah 10-11 km/detik.
b. Inti Bumi Dalam
Permukaan inti bumi dalam ini adalah kurang lebih 5000 km (4980-5120 km)
dari permukaan bumi. Kecepatan P naik dari 12 km/detik menjadi 15 km/
detik.












VII. Kosa Kata


Dilatasi : gerakan gelombang gempa yang seakan akan menarik.
Galvanometer : alat yang meneruskan getaran gempa ke pias dengan
mempergunakan sinar.
Garis isoseima : garis yang menghubungkan tempat tempat dengan
intensitas yang sama.
Gaya gravitasi bumi : daya tarik bumi.
Gempa : getaran yang dipancarkan dari sumber gempa.
Gempa induk : gempa yang terbesar waktu terjadi gempa bumi.
Gempa pendahuluan : gempa yang terjadi sebelum gempa induk dan bersumber
dekat gempa induk tadi.
Gempa susulan : gempa-gempa yang terjadi setelah gempa induk dan
bersumber dekat gempa induk tadi.
Geologi : pengetahuan yang mempelajari bumi, khususnya kulit
bumi.
Hiposenter : sumber gempa darimana getaran-getaran dipancarkan.
Kaldera : kawah dengan dasar yang mendatar dan tebing yang terjal.
Kekuatan batas : daya tahan lapisan batuan untuk tidak patah.
Kompresi : gerakan gelombang yang seakan akan menekan.
Magma : batuan yang telah menjadi cair dan panas.
Mekanisme sumber
gempa : system terjadinya patahan di sumber fempa.
Meteorology : pengetahuan yang mempelajari cuaca.
Mikroseisma : pencatatan di pias akibat getaran-getaran yang disebabkan
gaya-gaya yang berasl tidak dari dalam bumi sendiri.
Modulasi : usaha meningkatkan frekuensi getaran getaran gempa agar
dapat di pancarkan secara radio.
Patahan : sesar atau putusnya suatu lapisan batuan, hingga bagian
yang satu pindah letaknya terhadap yang lain.
Perkekaran : jika akibat gaya tektonik hanya terjadi retakan-retakan
saja, maka gejala ini disebut perkekaran; gedangkan
retakkannya disebut kekar.
Pias : kertas, baik yang putih maupun yang diberi hangus yang
tipis atau kertas potret yang masing-masing mempunyai
ukuran tertentu, dan dipasang pada drum alat pencatat
gempa.
Proses geologi : sejarah pembentukan bumi, khususnya kulit bumi.
Recorder : bagian alat dimana getaran-getaran tercatat.
Retakan : patahan-patahan kecil atau pecah-pecah di permukaan
bumi.
Secara elektro-
Magnetic : operasi seismograf dengan mempergunakan
Elektromagnetik.


Seismologi : pengetahuan yang mempelajari gempa bumi dan hal-hal
lain yang berhubungan dengan gempa tadi.


Seismoskop : alat sederhana untuk mengetahui adanya gempa bumi.
Seismogram : pias dengan pencatatan getaran-getaran dengan disertai
tanda-tanda waktu.
Seismoraf : kombinasi dari alat pencatat getarn-getaran dan system
waktu.
Seismometer : alat yang menangkap getaran-getaran akibat gaya-gaya
baik yang berasal dari dalam bumi maupun yang berasal
tidak dari dalam bumi sendiri.
Seismologi tele-
Seismic : ilmu yang mempelajari gempa bumi tektonik, baik yang
terjadi pada jarak dekat maupun pada jarak jauh.
System telemetering: suatu system pencatatan gempa secara radio dimana alat
penangkap getaran atau seismometer ditempatkan pada
jarak jauh dari alat pencatatnya.
Tektonik : segala sesuatu yang berhubungan dengan kedudukan dan
bentuk lapisan batuan.
Tsunami : rentetan gelombang laut tinggi yang dapat melanda daerah
pantai.
Waktu geologi : jangka waktu terbentuknya bumi, khususnya kulit bumi.






















VIII. Kepustakaan

1. Dr.S.W.Visser & De aardbevingen in de gsche bovenlanden.
Ir.M.E.Akkersdyk

2. Dr.B.G.Escher Grondslagen der algemene geologie.

3. G.J.Symons,F.R.S. The eruption of krakatoa and subsequent phenomena.

4. Charles.F.Ritcher Elementary seismology.

5. John.H.Hodgson Earthquakes and earth structure.

6. Sir Edward Bullard The Mohole.

7. R.Soetadi Seismic zones in Indonesia, 1962.

1 komentar: